Senin, 07 November 2011

BACKGROUND MUG



Background yang lain klik di SINI
Pilihan Jenis Mug Klik di SINI

Tuliskan kode di atasnya untuk pilihan background saat pemesanan

Baca selengkapnya......

Minggu, 06 November 2011

Aksi Bintang Tim Garuda Muda

Abadikan aksi-aksi tim Garuda Muda dan Skuad Indonesia pada SEA Games XXVI 2011 melalui Mug kesayanganmu.

CARA PEMESANAN

  1. Kirimkan foto aksi bintang idolamu, model mug (lihat di SINI ke email wtarsono@yahoo.com. Contoh: file foto, Jenis Mug: B-2.
  2. Jika pemesanan lebih dari satu, tolong informasikan pasangan foto dan jenis mug yang akan dipakai.
  3. Lengkapi juga informasi kepada kami alamat pengiriman, nomor telepon/HP dan alamat email.
  4. Setelah email kami terima, kami akan mengirimkan desainnya melalui FB atau email.
  5. Harga Rp. 20 ribu kalau pakai mug dengan kode A1 (polos), Rp. 25 ribu kalau pakai mug dengan kode B-3 dan C 1-4.
  6. Dalam rangka SEA Games, kami berikan harga spesial, dengan membayar harga tipe Mug A-1 (polos) mendapatkan mug tipe B atau C.
  7. Biaya kirim (1-2 mug) Rp. 7.000 untuk wilayah Jabodetabek (Menggunakan JNE/Tiki). Untuk luar kota ditambah biaya packing Rp. 6000/2 kg (sekitar 4 mug) dan biaya kirim akan diinformasikan kemudian atau cek di SINI.
  8. Transfer uang sejumlah harga Mug, biaya kirim dan packing ke nomor rekening: BCA No. Rek: 09 313 80990 A/N Warsa Tarsono atau BNI No. Rek: 0205 7615 10 A/N. Warsa Tarsono.
  9. Setelah transfer konfirmasi melalui sms ke 0818 995 214 atau email wtarsono@yahoo.com. Hal yang diinformasikan meliputi nama pengirim, jumlah uang dan nama bank pengiriman. Contoh : Maryamah-33 ribu, BCA.
  10. Setelah transfer Anda masuk, kami akan segera memperoses pemesanan dan pengiriman, untuk wilayah Jabodetabek paling lambat selama lima hari kerja.
Untuk informasi lebih jelas silahkan menghubungi kami di nomor 0818-995-214 atau email: wtarsono@yahoo.com.

Terima Kasih

Warsa Tarsono

Baca selengkapnya......

Jumat, 04 November 2011

BERBAGI PENGALAMAN BERAKTIVITAS DI YISC- 1

Sepuluh tahun, bukanlah waktu yang singkat, tapi selama itulah waktu yang saya habiskan beraktifitas di Youth Islamic Study Club (YISC) Al Azhar. Banyak teman bertanya, kok betah banget di YISC, emang ada apa di sana? Mendapat pertanyaan itu sering kali saya tidak bisa langsung menjawabnya. "Terlalu panjang untuk dijelaskan, perlu dua atau tiga harilah baru tuntas," dengan nada bercanda. "Masa sih?" jawab teman tersebut dengan nada tidak percaya. "Kalau tidak percaya, masuk saja sendiri," timpalku. Pertanyaan itupun sampai saat ini tak pernah saya jawab.

Bukan apa-apa, karena, jujur sebenarnya sayapun tak punya jawaban untuk pertanyaan itu. Kalaupun ada jawaban singkat seperti; menambah teman, wawasan,ilmu agama dan belajar berorganisasi tidak lah cukup menggambarkan suasana bathin saya.

Dulu, waktu aktif di YISC beberapa tanggung jawab dipercayakan ke saya. Tahun-tahun awal saya diajak aktif di Berita YISC dan Lembaga Penerbitan. Periode berikutnya menangani kajian-kajian filsafat Islam. Setelah itu diberikan kepercayaan untuk memimpin Ketua Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (P2M), kemudian juga pernah duduk sebagai anggota Majelis Dinamika Organisasi (MDO). Terakhir diberikan amanah untuk memimpin Lembaga Pembinaan Adik Asuh YISC (PAYISC).

Dengan banyaknya tanggungjawab yang saya pegang, sayapun menjadi banyak belajar dari semua proses melaksanakan amanah-amanah tersebut. Dan itu memberikan pengalaman bathin yang tidak bisa dilupakan sampai saat ini. Dalam banyak hal, pengalaman-pengalaman tersebut bermanfaat bagi saya, baik di dunia kerja maupun di lingkungan keseharian saya. Di samping, tentu saja suasana pertemanan, persahabatan dan persaudaraan yang tanpa pamrih, yang semakin membuat saya betah.

Walaupun mungkin tidak semua pengalaman bathin tersebut bisa dituangkan, saya mencoba untuk menuliskannya. Sekedar untuk berbagi.

Tahun pertama di YISC, lebih banyak saya melewatinya dengan belajar, tapi jangan diartikan saya serius belajar dalam arti sebenarnya. Saya cuma ingin mengatakan, saya belum aktif sebagai pengurus. Aktivitasnya hanya mengikuti berbagai agenda pendidikan di YISC. Setiap minggu saya mengikuti kuliah kelas, forum-forum kajian yang diadakan di internal YISC, seperti Forum Cinta Ilmu, Forum Dialog Dialog dan bedah buku. Sesekali senior mengajak saya datang ke seminar-seminar yang diadakan oleh organisasi lain. Dalam konteks itulah saya katakan melewati hanya dengan belajar.

Dalam proses belajar tersebut saya mendapat banyak pengetahuan baru tentang agama dan keberagamaan. Itu memberi banyak arti bagi kehidupan saya, bagi keberagamaan saya.

Tahun ke dua saya mulai terlibat di kepengurusan, saya diajak Mas Buni Yani menjadi reporter Berita YISC. Hal baru buat saya, dan waktu itu saya juga tidak tahu alasan apa yang membuat Mas Buni merekrut saya. Saya tidak punya latar belakang pendidikan sebagai jurnalis, saya juga tidak punya pengalaman menulis. Ketika saya sampaikan itu ke Mas Buni, Mas Buni mengatakan, "Ya nanti kita adakan pelatihan," ujarnya singkat.

Akhirnya saya menerimanya, tidak lama kemudian diadakan pelatihan jurnalisme, dengan trainer Mas Buni sendiri, yang memang seorang jurnalis. Saat itu dia bekerja sebagai wartawan di Tempo Interaktif. Sebuah media online, jelmaan dari Majalah Tempo yang saat itu masih di bredel.

Dalam pelatihan tersebut saya dikenalkan konsep lima W (What, Why, When, Who,Where) dan 1 H (How), dan angel berita. Dua konsep yang buat saya benar-benar hal baru. Dengan berbekal pelatihan tersebut saya memulai berprofesi sebagai "wartawan", walaupun sebatas wartawan lokal.

Keterlibatan di Berita YISC itulah yang membuat saya bisa menulis. Dengan kemampuan tersebut saya pernah bekerja di Jurnal Media Watch The Habibie Center, sebuah jurnal untuk memantau dan mengkritisi isi media, juga sebagai wartawan beneran di Majalah Madina.

Dari pengalaman ini saja saya merasa sudah tergambar betapa tidak bisa disederhanakan jawaban atas pertanyaan dari teman-teman saya di atas. Saya mengalami sebuah proses "pendidikan" dari aktivitas saya, dan itu ternyata mewarnai hidup saya sampai saat ini. Sebuah pengalaman yang tidak mungkin terlupakan.

Pengalaman selanjutnya akan saya tuangkan pada tulisan berikutnya. Secara khusus juga saya akan menulis tentang orang-orang yang berjasa terhadap saya selama beraktivitas di YISC. Tentu saja salah satunya adalah Mas Buni Yani, yang saat ini sedang study di Belanda.

Tulisan lain:
PAYISC Memaknai Hidupku
YISC, Persinggahan yang Mengasyikkan
Ucapkan Selamat dan Doa Ulang Tahun Melalui Lagu
Kisah Inspiratif di Chicken Soup for the Soul
Aksi Mahasiswa UI Menjadi Sesuatu Bangettt



Tulisan ini bisa di share ke FB, Twitter, Blog dan Email dengan mengklik logo-logonya di bawah tulisan ini.

Warsa Tarsono
My Blog-Anugerah
wtarsono@yahoo.com
FB: Warsa Tarsono
Twitter: @wtarsono
HP: 0818 995 214

Baca selengkapnya......

Kamis, 03 November 2011

YISC, PERSINGGAHAN YANG MENGASYIKKAN

Masjid Agung Al Azhar
Salah satu babak dalam perjalanan hidup yang aku nikmati adalah saat beraktivitas di Youth Islamic Study Club (YISC) Al- Azhar. Bukan saja karena mendapat pencerahan terhadap hidup dan makna kehidupan, tapi lebih dari sekedar itu. Suasana persahabatan, pertemanan dan persaudaraan yang tidak tersekat oleh tembok-tembok status sosial, atau apapun.


Tapi dalam tulisan ini aku tidak akan menulis itu (Kayaknya serius banget), tapi berbagai suasana yang aku ingat saat itu sering membuat geeerrr, tertawa bersama dan kadang sampai tertawa ngakak. Bisa juga hanya seulas senyum simpul, tapi maknanya daleeemmmm. Hehehe

Pasti teman-teman sepakat, kata rapat adalah kata yang paling akrab diantara sivitas, ya semua karena jika aktif di YISC berarti dia akan menjalani berbagai rapat yang kadang-kadang tak ada henti-hentinya. Apalagi saat hari Minggu, bisa empat sampai lima kelompok beberapa orang duduk melingkar di Taman Firdaus. Semuanya sedang rapat! Bahkan menjelang bulan Ramadhan bisa lebih dari lima kelompok.

Setelah Dzukur, seolah saling berebut, mereka mengambil posisi. Di taman yang sering kali becek setelah hujan dan kering kerontang saat musim kemarau. Tapi semua civitas betah rapat dan bersantai ria di sana. Taman firdaus, membayangkannya akan membuat kita tersenyum sendiri. :)

Kembali ke cerita tentang rapat. Saking seringnya sivitas rapat, Wahyudi Palwono yang dikenal dengan panggilan Uginx, membuat gambar ilustrasi di buku kompilasi yang membuat sivitas tersenyum simpul. Uginx menggambar sebuah pintu, dibagian gambar pintu itu tertulis TUTUP PINTU DENGAN RAPAT. Jadi tutup pintu saja harus dengan RAPAT!!!! Hehehehe

Saat rapat, terutama rapat-rapat yang besar seperti Rapat Evaluasi, Rapat Kerja dan Musyawarah Lengkap, diantara kereriusan membahas berbagai program dan rumusan peraturan organisasi, terselip berbagai gurauan atau pernyataan bahkan celaan yang membuat kami semua geeerrr tertawa. Tapi asyiknya, setiap orang yang menjadi korban celaan, tidak pernah marah, mereka justru menjadi marah kalau program kerja yang mereka buat tidak disetujui. RUARRRR BIASA hehehehe MULIA BANGETTTS! Berikut beberapa peristiwa rapat yang masih aku ingat.

Saat itu rapat kerja baru akan dimulai. Sang Sekum Heru Widiyanto baru saja membuka rapat, sebuah interupsi langsung muncul. Aku lupa siapa yang interupsi waktu itu. Dengan serius dia berkata: “YISC itu lembaga independent, jadi tidak etis kalau diantara kita mengenakan baju partai, jadi saya harap rapat resmi kita harus bersih dari unsure-unsur kampanye partai,” ucapnya lugas.

Kami saling pandang, karena tidak tahu siapa yang dia maksud, sampai akhirnya semua mata tertuju pada Gunawan, AaGun panggilan akrabnya. Terjadilah perdebatan yang sengit. Ada yang mendukung, ada juga yang berpendapat, masalah seperti itu ajah kok dipikirin. Tapi tetap saja perdebatan dilanjutkan, sampai akhirnya Gunawan tunjuk tangan dan memulai bicarta: “Ya sudah, daripada rapat menjadi berlarut-larut, saya yang ngalah dechhh, saya akan ganti baju,” ujarnya singkat. Setelah sekitar setengah jam berdebat. Gubrakkk!!!

Di rapat yang berbeda ada persitiwa yang membuatku tertawa, masih rapat kerja juga. Waktu itu Ahmad Masun (AMGD) baru saja mempresentasikan program humas yang pimpin. Ahmad Nurcholis langsung memberikan tanggapan dan kritik terhadap program yang dibuat AMGD. Kritik-kritik yang tajam, tapi dengan kemampuan bicara C’Nur, kritik yang tajam itu menjadi geerrrr, semua peserta dibuat ketawa.

AMGD menanggapi dengan gaya bicara yang khas dari dia. Salah satu kekhasan AMGD, kalau dia bicara selalu saja bisa menemukan kata yang mempunyai huruf yang sama diakhir kalimatnya.

“Terima kasih pada C’Nur yang telah memberikan masukan yang lugas, cerdas dan trengginas. Saya tahu memang C Nur ini seorang yang kritis, dinamis juga romantis, jadi kita semua bias tertawa kalau dia bicara. Tapi sebelum saya menanggapi, saya minta kepada C’Nur untuk membuka mata dulu,”.

Kami tidak tahu maksdunya AMGD berkata begitu, karena C Nur baru saja bicara enggak mungkin dia ngantuk atau tertidur. Mata kami tertuju kepada C Nur. Kami baru sadar kalau ternyata mata C Nur rada-rada sipit, jadi terlihat menutup mata. Spontan setelah kami menyadari itu kami semua tertawa. Hahahahaha.

Satu lagi peristiwa lucu yang masih aku ingat adalah saat Musleng tahun 95, saat terpilihnya Bang Imaduddin Abdullah sebagai Ketua Umum YISC.

Saat itu memasuki pembahasan tatacara pencalonan ketua umum. Walaupun setiap Musleng sudah ada ketentuan sebelumnya, tapi tetap saja selalu ada perdebatan untuk merumuskannya. Saat itu ada usulan dari salah satu peserta Musleng. Dia mengusulkan bahwa siapa saja yang berniat untuk menjadi ketua umum untuk mengajukan diri secara langsung, untuk melihat kesungguhannya.

Bang Juarsyah mengacungkan tangan, dia tidak setuju terhadap usulan itu. “Budaya kita kan tidak biasa dengan itu, mungkin kalau dia yang mengajukan sendiri dia akan malu, jadi menurut saya kita harus menghormati KEMALUANNYA,” GEEERRRRR, peserta musleng tertawa. Tapi Bang Juarsya belum sadar, beberapa saat kemudian diapun itu tertawa dan berkata: “Rasa malunya maksud saya.” Tapi peserta sudah terlanjur tertawa, dan tidak mendengar klarifikasinya.

Itulah cerita-cerita yang masih aku ingat, masih ada beberapa tapi nanti tulisannya kepanjangan. Silahkan teman-teman yang lain juga bercerita. Hehehehe

Terima Kasih

MUG CANTIK
BINGKISAN ULTAH
BERBAGI PENGALAMAN BERAKTIVITAS DI YISC
AKSI MAHASISWA UI SESUATU BANGET
SAAT ENDAH MEMILIH PANGGILAN JIWANYA


wtarsono
www.wtarsono.blogspot.com
wtarsono@yahoo.com
FB: Warsa Tarsono
Twitter: @wtarsono
HP: 0818 995 214

Baca selengkapnya......

Rabu, 02 November 2011

SAAT ENDAH MEMILIH PANGGILAN JIWANYA

Suatu hari dalam bis kota Tanjung Priok - Blok M seorang pengamen menyanyikan sebuah lagu Ebiet G. Ade. Lagu yang cukup aku kenal, karena akupun suka dengan lagu itu. Seberkas Cinta yang Sirna, judul lagu tersebut. Aku menikmatinya. Sambil mendengarkan pikiranku menerawang, terbayang sosok yang aku tahu sangat suka sekali dengan lagu tersebut. Dialah Endah Lismartini.

Endah Lismartini sahabat yang aku kenal saat aktif di Youth Islamic Study Club (YISC) Al Azhar. Saat di YISC dengan diiringi petikan Almarhum Dadang F. Dahlan (Suami Diana Sarahsanti) Endah sering menyanyikan lagu tersebut. Terlihat menghayati sekali Endah menyanyikan lagu tersebut. Apakah deritanya sama seperti lagu tersebut, hanya Endah dan Tuhan yang tahu :).

Syair lagu tersebut memang perih, bercerita tantang penghianatan cinta. Coba kita simak penggalan syair-syairnya: ".....Kau sayat luka baru di atas luka lama, coba bayangkan betapa sakitnya." Tidak cukup dengan penggambaran itu, sampai harus meminta ibunya menangis. "Ibu menangislah demi anakmu". Dadang pernah berujar sehabis menyanyikan lagu itu. "Lagu ini perih banget,coba bayangkan kita disayat sampai menjadi luka, dan sayatannya dibuat di atas luka sebelumnya," dengan ekspresif Dadang mengatakannya.

Endah yang aku kenal adalah sosok yang kuat, jadi tidak ada dalam pikiranku penghayatannya terhadap lagu Ebiet tersebut, merupakan curahan isi hatinya. Hanya saja memang aku melihatnya ada sesuatu yang paradok dalam diri Endah, satu sisi dia seorang yang melankolis dan romantis (terbukti dengan puisi-puisinya di buku kompilasi), di lain sisi dia juga seorang petarung.

Yap, menurutku memang dia seorang petarung. Dia memilih profesi sebagai seorang jjurnalis. Menurutku seorang perempuan memilih profesi jurnalis bukanlah sesuatu yang main-main. Ada banyak konsekwensi yang harus dia terima, pulang malam itu pasti.

Di YISC dulu kami pernah bersama mengelola Berita YISC (BY). Setelah kami rapat atau mengerjakan berkaitan dengan penerbitan BY, kami sering mampir dulu ke lesehan di Blok M. Tidak sebentar, sering jam satu atau jam dua kami baru beranjak pulang. Dan Endah tidak pernah minta diantar!

Setelah Endah menikah, kami tidak berkomunikasi intens lagi. Endah sudah tidak jadi pengurus YISC, sayapun mengurangi aktivitas di YISC. Sampai suatu saat, aku dengar Endah mendirikan sekolah PAUD. Aku kaget, karena saya dan beberapa teman alumni YISC juga mendirikan Play Groups. Kami tahu konsekwensi mendirikan sekolah. Sekali mengambil keputusan oke jalan, kalau murid yang daftar kurang dari target, maka selama satu tahun tersebut akan merugi. (Mungkin akan terasa seperti ini: Kau sayat luka baru di atas luka lama hehehe). Jadi menurutku, di situlah jiwa petarung Endah berperan.

Kita lihat hasilnya sekarang, mungkin belum sempurna, tapi sebuah bangunan saat ini telah berdiri, setiap pagi Endah merasakan riuh rendah suara anak-anak, ada tawa, teriakan, bahkan tangisan. Selain itu sekian orang sekarang menggantungkan hidupnya pada kreatifitas dan pada visi Endah. Mereka adalah guru-guru di sekolahnya.

Selesai Endah di situ? Ternyata tidak! Endah titipkan sekolahnya pada orang yang dia percaya. Dirinya sendiri kembali bertualang, mencari medan pertempuran lain. Dan saat ini dia telah menemukannya kembali. Dia telah kembali menuruti panggilan jiwanya, dunia jurnalis! "Anak gua sudah besar Sa, jadi sekarang gua punya waktu lagi untuk beraktifitas," Endah memberikan alasan.

Kembalinya Endah ke dunia jusnalisme atau penulisan indikasinya aku rasakan beberapa bulan yang lalu. Waktu itu Endah cerita kalau dia telah menyelesaikan penulisan buku yang dipesan penerbit, yang dia kerjakan sambil lalu. Saat bertemu Endah bilang; "Sa kayaknya gua akan serius menekuni profesi sebagai penulis. Kemarin gua ke Gramedia sama Syahmi, waktu dia lihat nama gua ada di buku yang dipajang di rak buku gramedia, ada tatapan bangga terhadap gua. Dia bangga terhadap ibunya, itu memotivasi gua banget. Jadi gua bertekad, gua akan menulis kembali!" ucapnya dengan nada gemetar, teringat tatapan Syahmi, anak pertamanya.

Hari ini Endah berulang tahun, tidak pada hari ulang tahunnya memang Endah kembali menggeluti dunia jurnalis (penulisan), tapi justru mungkin itu adalah hadiah yang datang lebih awal. Sebagai teman, sahabat, mitra saya mendukung penuh pilihan Endah, dan mudah-mudahan ini memang hadiah ulang tahun yang akan membuat Endah bahagia.

"Petir menyambar hujanpun turun, di tengah jalan aku sempat merenung, masih adakah cinta yang disebutkan cinta, bila kasih sayang kehilangan makna.......

Tidak karena berduka mendengarkan lagu ini, tapi justru karena senang ada sahabat yang berulang tahun.

Selamat ulang tahun sahabat, selamat bekerja dan semoga sukses.

Klik di SINI untuk mendengarkan lagunya

Lihat tulisan lain klik di SINI
Mug Cantik
Bingkisan Ulang Tahun

Salam
Warsa Tarsono
www.wtarsono.blogspot.com
wtarsono@yahoo.com
0818 995 214

Baca selengkapnya......

Selasa, 01 November 2011

UCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN & DOA DENGAN LAGU



Bingkisan Cantik Ulang Tahun Anak Anda

Melengkapi kebahagiaan, saya kirimkan beberapa lagu ulang tahun. Semoga inipun menjadi doa yang baik.

Berikut persembahan lagunya:
Suka dengan kejenakaan Benyamin S, silahkan klik di SINI

Bagi yang suka nuansa Jazz, dengarkan lagu dari Fariz RM. Klik di SINI

Persembahan ulang tahun Kahitna klik di SINI

Penggemar musik rock, silahkan dengarkan lagu dari Jamrud. Klik di SINI

Lagu dari Dewa 19, klik di SINI

Lagu dari Ten2Five Klik di SINI

Lagu dari Samantha, Klik di SINI

Suka dengan lagu ulang tahun Vagetoz. Klik di SINI

Lagu dari Evie Tamala. Klik di SINI

Tentu saja ada lagu selamat ulang tahun yang sering dinyanyikan anak-anak. Klik di SINI

Happy Birthday - Bob Marley, klik di SINI

Happy Birthday Jimy Hendrix, klik di SINI

Happy Birthday Baby Elvis Presley klik di SINI

Happy Birthday, U2 Bono klik di SINI

Birthday Song The Beatles, klik di SINI

Happy Birthday Mariah Carey kilk di SINI

Happy Birthday Party Song klik di SINI

Semoga berarti.


Mencari bingkisan cantik ulang tahun anak Anda, klik di SINI
Mug Cantik, klik di SINI
Tulisan lain Klik di SINI

Ingin mengirim lagu buat teman/sahabat yang berulang tahun, kirimkan link halaman ini. Kalau berkenan, mohon berikan komentar atau rating terhadap postingan ini.

Salam Bahagia
Warsa Tarsono
0818 995 214/021-96318167
www.wtarsono.blogspot.com
wtarsono@yahoo.com
FB: Warsa Tarsono
Twitter : @wtarsono

Baca selengkapnya......

Senin, 31 Oktober 2011

Kisah Inspiratif di Chicken Soup for the Soul

Salah satu buku favorit saya adalah seri Chicken Soup for the Soul. Saya terdorong membeli dan membaca Chicken Soup for the Soul setelah membaca tulisan di koran Republika pada kolom Catatan Media yang ditulis oleh Bang Ade Armando atau Mba Nina Armando. Pastinya saya sudah lupa.

Buku Chicken Soup for the Soul awalnya ditulis oleh dua orang penulis ternama Jack Canfield dan Mark Viktor Hansen. Pada perkembangan berikutnya Jack Canfield dan Mark Victor Hunsen menggandeng beberapa penulis lain untuk bermitra dengan mereka. Saya suka karena dalam buku tersebut banyak menemukan kisah-kisah isnpiratif. Kisah-kisah itu sering membuat saya termotivasi untuk bekerja keras, berbuat baik juga untuk mensyukuri hidup.

Salah satu kisah yang sering saya baca ulang adalah tulisan berjudul Maskotku. Kisah itu terdapat dalam A Cup of Chicken Soup for the Soul. Bentuk bukunya kecil dan berwarna merah. Di buku tersebut Jack Canfield dan Mark Victor Hunsen menulis bersama dengan Barry Spilchuk. Inspirasi yang saya dapat dari kisah tersebut adalah tentang syukur dan keluh kesah.

Tulisan itu berkisah tentang seorang dokter yang telah pensiun tapi tetap aktif. Namun pada usia 89 tahun dokter tersebut harus diamputasi. Dokter tersebut shock, karena tidak mudah menerima kenyataan akan berkaki satu dan akan selalu berkursi roda, sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang gadis kecil berusia enam tahun, cucu seorang sahabatnya.

Dokter tersebut bertemu pertama kali saat anak tersebut menjenguknya. Sesaat setelah anak tersebut masuk ruangan, dia memandangi dokter tersebut. Kemudian pandangannya tertuju pada kaki celana dokter yang terlipat di kursi roda. Dengan polos anak itu bertanya. "Mana prostesismu?" Mendengar pertanyaan tersebut dokter merasa heran, kok anak sekecil itu mengenal istilah tersebut. Melihat keheranan orang yang dia tanya, anak tersebut lantas mengangkat kakinya dan menunjukkan kaki palsu yang dia gunakan.

Tanpa disuruh lantas anak tersebut bercerita. Saat usianya tiga tahun ada perampok masuk ke rumahnya. Perampok itu membunuh adikknya yang baru berusia 17 bulan dan membacok kakinya hingga putus. Dokter tertegun mendengar cerita tersebut. Terutama sikap anak itu menghadapi kenyataan berkaki satu. Berjalan dengan ceria dan tetap semangat menikmati hidupnya. Menyingkirkan rintangan yang mungkin ada di hadapannya.

Sikap itu membuatnya sadar bahwa dia tidak boleh berkeluh kesah, justru seharusnya bersyukur karena telah menikmati hidup selama 88 tahun dengan anggota badan yang lengkap. Sejak itu sikap dokter berubah. Di beberapa kesempatan dokter itu selalu memperkenalkan anak tersebut kepada orang lain bahwa anak itu adalah maskotnya. Anak itupun bangga, telah menolong seorang yang telah lanjut usia.

Mudah-mudahan pelajaran yang sama teman-teman dapatkan dari kisah tersebut, atau dari kisah-kisah yang lain.

Terima Kasih

Klik untuk tulisan lain
Mug Cantik
Bingkisan Ulang Tahun
Aksi Mahasiswa UI Menjadi Sesuatu Danget Deh...
Ucapkan Selamat Ulang Tahun dan Doa dengan lagu
Silahkan di-share kalau Anda mendapat sesuatu dari tulisan ini dengan mengklik logo FB, Twitter, Blog atau Email di bawah tulisan ini.

Terima Kasih
Warsa Tarsono
www.wtarsono.blogspot.com
wtarsono@yahoo.com
FB. Warsa Tarsono
Twitter : @wtarsono
HP: 0818 995 214

Baca selengkapnya......