Beberapa waktu yang lalu, dalam tulisan saya yang berdujudul Kesan Saat di SMP 2 Banjarharjo saya membuat pertanyaan kepada diri saya sendiri, Siapa atau apa yang paling diingat saat di SMP 2 Banjarharjo?? Maka jawaban atas pertanyaan tersebut adalah Pak Regi. Pada kesempatan ini saya juga ingin membuat pertanyaan, siapa guru idola saat SMP? Jawaban atas pertanyaan tersebut dengan cepat saya jawab Pak Regi.
Pak Regi memang buat saya memberikan kesan tersendiri. Saya tahu dia adalah guru yang galak. Makanya dulu saya dan teman-teman menjuluki dia dengan sebutan Paman Harimau. Walaupun begitu seingat saya, dia tidak pernah memukul atau tindakan apapun yang menyakiti secara fisik. Kalau bentakan atau pertanyaan "intimidatif" saat tidak bisa mengerjakan soal atau tidak mengerjakan PR sering saya lihat atau rasakan.
Pak Regi saat ngajar atau tidak, tampangnya selalu serius. Jarang sekali melihat dia tersenyum. Terlihat tersenyum ketika menertawakan muridnya yang tidak bisa mengerjakan soal atau tidak paham terhadap pelajaran yang dia berikan. Mungkin istilah yang tepat bukan senyum tapi menyeringai. Buat saya waktu itu, senyum dia menjadi senyum yang terasa intimidatif, sebuah senyuman sinis.
Saya tidak pernah melihat dia bercanda. Satu-satunya candaan dia yang mungkin semua masih ingat adalah saat dia menjadi instruktur upacara. Setelah dipersilahkan, dia berjalan menghampiri podium, semua siswa terdiam. Beberapa saat kemudian dia mengucapapkan Assalamu'alaikum. Tanpa diduga kemudian dia berkata: "sekian sambutan dari saya, terima kasih." Geeer saat itu terdengar tawa peserta upacara. Sementara guru-guru yang lain terlihat mesem-mesem. Mungkin itu adalah upacara paling singkat. Mungkin itu adalah tindakan paling lucu dari Pak Regi.
Tapi entah mengapa, diam-diam saya menyukai dia. Diam-diam dia menjadi idola saya. Karena dia saya bercita-cita ingin menjadi guru. Guru matematika, pelajaran yang menjadi mata pelajaran Pak Regi. Lucunya, saya membayangkan kalau menjadi guru ingin meniru cara mengajarnya Pak Regi. Tegas, lugas dan tidak mengenal kompromi. Walaupun konsekwensinya mungkin akan dijuluki Paman Harimau juga. Hehehehe
Setelah saya keluar dari SMP saya masih menngingat dia. Saya selalu bertanya kepada adik saya yang juga sekolah di SMP 2 Banjarharjo, gimana khabarnya Pak Regi? Ngajar kelas berapa sekarang? kamu diajar dia enggak? Sampai sekarang saya selalu ingin tahu khabar Pak Regi.
Buat saya, Pak Regi juga yang membuat saya pernah merasa bangga. Saya siswa yang biasa saja, tidak pernah masuk sepuluh besar kelas, apalagi sepuluh besar satu angkatan. Tapi ada saat saya merasa sebagai siswa yang pintar, ya semua gara-gara Pak Regi. Pak Regi memberikan saya nilai 10 atas ulangan yang dia adakan. Bukan sekali tapi tiga kali berturut-turut. Walaupun hanya tiga kali itu saya memperoleh nilai sepuluh, untuk pelajaran matematika maupun pelajaran lainnya. Tapi ketiga nilai tersebut selalu saya kenang.
Sekarang saat teman-teman SMP mulai bertemu di jejaring sosial facebook, rasa ingin bertemu dengan Pak Regi kembali muncul. Ingin tahu berada di mana dia sekarang? dan kalau dia masih hidup, saya ingin bertemu dia. Saya ingin mengatakan kepadanya, dia adalah guru idola saya. Walaupun saat ini saya tidak menjadi guru, tetap dia menjadi idola saya.
Pak Regi guru idolaku, semoga engkau dan keluarga selalu sehat dan mendapat lindungan dari Allah SWT.
Sebuah syair saya alunkan menutup tulisan ini; "......JASAMU TIADA TARA......."
Tulisan lain:
Mug Cantik
Bingkisan Ulang Tahun
Kesan Saat di SMP 2 Banjarharja
Inspirasi dari Kepala Sekolah
Jejak Kerja Keras Bapakku
Kisah Inspiratif di Chicken Soup for the Soul
Jika mendapat sesuatu dari tulisan ini silahkan di share ke yang lainny bisa ke FB, Twitter, Blog dan Email dengan mengklik logo-logo di bawah tulisan ini. Tolong juga berikan komentar atau rating terhadap tulisan ini. Apapun komentarnya, berapapun ratingnya, menjadi masukkan yang berarti buat saya.
Terima Kasih
Warsa Tarsono
My Blog-Anugerah
wtarsono@yahoo.com
FB: Warsa Tarsono
Twitter: @wtarsono
HP: 0818 995 214
Sabtu, 19 November 2011
GURU IDOLAKU
Rabu, 02 November 2011
SAAT ENDAH MEMILIH PANGGILAN JIWANYA
Suatu hari dalam bis kota Tanjung Priok - Blok M seorang pengamen menyanyikan sebuah lagu Ebiet G. Ade. Lagu yang cukup aku kenal, karena akupun suka dengan lagu itu. Seberkas Cinta yang Sirna, judul lagu tersebut. Aku menikmatinya. Sambil mendengarkan pikiranku menerawang, terbayang sosok yang aku tahu sangat suka sekali dengan lagu tersebut. Dialah Endah Lismartini.
Endah Lismartini sahabat yang aku kenal saat aktif di Youth Islamic Study Club (YISC) Al Azhar. Saat di YISC dengan diiringi petikan Almarhum Dadang F. Dahlan (Suami Diana Sarahsanti) Endah sering menyanyikan lagu tersebut. Terlihat menghayati sekali Endah menyanyikan lagu tersebut. Apakah deritanya sama seperti lagu tersebut, hanya Endah dan Tuhan yang tahu :).
Syair lagu tersebut memang perih, bercerita tantang penghianatan cinta. Coba kita simak penggalan syair-syairnya: ".....Kau sayat luka baru di atas luka lama, coba bayangkan betapa sakitnya." Tidak cukup dengan penggambaran itu, sampai harus meminta ibunya menangis. "Ibu menangislah demi anakmu". Dadang pernah berujar sehabis menyanyikan lagu itu. "Lagu ini perih banget,coba bayangkan kita disayat sampai menjadi luka, dan sayatannya dibuat di atas luka sebelumnya," dengan ekspresif Dadang mengatakannya.
Endah yang aku kenal adalah sosok yang kuat, jadi tidak ada dalam pikiranku penghayatannya terhadap lagu Ebiet tersebut, merupakan curahan isi hatinya. Hanya saja memang aku melihatnya ada sesuatu yang paradok dalam diri Endah, satu sisi dia seorang yang melankolis dan romantis (terbukti dengan puisi-puisinya di buku kompilasi), di lain sisi dia juga seorang petarung.
Yap, menurutku memang dia seorang petarung. Dia memilih profesi sebagai seorang jjurnalis. Menurutku seorang perempuan memilih profesi jurnalis bukanlah sesuatu yang main-main. Ada banyak konsekwensi yang harus dia terima, pulang malam itu pasti.
Di YISC dulu kami pernah bersama mengelola Berita YISC (BY). Setelah kami rapat atau mengerjakan berkaitan dengan penerbitan BY, kami sering mampir dulu ke lesehan di Blok M. Tidak sebentar, sering jam satu atau jam dua kami baru beranjak pulang. Dan Endah tidak pernah minta diantar!
Setelah Endah menikah, kami tidak berkomunikasi intens lagi. Endah sudah tidak jadi pengurus YISC, sayapun mengurangi aktivitas di YISC. Sampai suatu saat, aku dengar Endah mendirikan sekolah PAUD. Aku kaget, karena saya dan beberapa teman alumni YISC juga mendirikan Play Groups. Kami tahu konsekwensi mendirikan sekolah. Sekali mengambil keputusan oke jalan, kalau murid yang daftar kurang dari target, maka selama satu tahun tersebut akan merugi. (Mungkin akan terasa seperti ini: Kau sayat luka baru di atas luka lama hehehe). Jadi menurutku, di situlah jiwa petarung Endah berperan.
Kita lihat hasilnya sekarang, mungkin belum sempurna, tapi sebuah bangunan saat ini telah berdiri, setiap pagi Endah merasakan riuh rendah suara anak-anak, ada tawa, teriakan, bahkan tangisan. Selain itu sekian orang sekarang menggantungkan hidupnya pada kreatifitas dan pada visi Endah. Mereka adalah guru-guru di sekolahnya.
Selesai Endah di situ? Ternyata tidak! Endah titipkan sekolahnya pada orang yang dia percaya. Dirinya sendiri kembali bertualang, mencari medan pertempuran lain. Dan saat ini dia telah menemukannya kembali. Dia telah kembali menuruti panggilan jiwanya, dunia jurnalis! "Anak gua sudah besar Sa, jadi sekarang gua punya waktu lagi untuk beraktifitas," Endah memberikan alasan.
Kembalinya Endah ke dunia jusnalisme atau penulisan indikasinya aku rasakan beberapa bulan yang lalu. Waktu itu Endah cerita kalau dia telah menyelesaikan penulisan buku yang dipesan penerbit, yang dia kerjakan sambil lalu. Saat bertemu Endah bilang; "Sa kayaknya gua akan serius menekuni profesi sebagai penulis. Kemarin gua ke Gramedia sama Syahmi, waktu dia lihat nama gua ada di buku yang dipajang di rak buku gramedia, ada tatapan bangga terhadap gua. Dia bangga terhadap ibunya, itu memotivasi gua banget. Jadi gua bertekad, gua akan menulis kembali!" ucapnya dengan nada gemetar, teringat tatapan Syahmi, anak pertamanya.
Hari ini Endah berulang tahun, tidak pada hari ulang tahunnya memang Endah kembali menggeluti dunia jurnalis (penulisan), tapi justru mungkin itu adalah hadiah yang datang lebih awal. Sebagai teman, sahabat, mitra saya mendukung penuh pilihan Endah, dan mudah-mudahan ini memang hadiah ulang tahun yang akan membuat Endah bahagia.
"Petir menyambar hujanpun turun, di tengah jalan aku sempat merenung, masih adakah cinta yang disebutkan cinta, bila kasih sayang kehilangan makna.......
Tidak karena berduka mendengarkan lagu ini, tapi justru karena senang ada sahabat yang berulang tahun.
Selamat ulang tahun sahabat, selamat bekerja dan semoga sukses.
Klik di SINI untuk mendengarkan lagunya
Lihat tulisan lain klik di SINI
Mug Cantik
Bingkisan Ulang Tahun
Salam
Warsa Tarsono
www.wtarsono.blogspot.com
wtarsono@yahoo.com
0818 995 214
Selasa, 01 November 2011
UCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN & DOA DENGAN LAGU
Bingkisan Cantik Ulang Tahun Anak Anda
Melengkapi kebahagiaan, saya kirimkan beberapa lagu ulang tahun. Semoga inipun menjadi doa yang baik.
Berikut persembahan lagunya:
Suka dengan kejenakaan Benyamin S, silahkan klik di SINI
Bagi yang suka nuansa Jazz, dengarkan lagu dari Fariz RM. Klik di SINI
Persembahan ulang tahun Kahitna klik di SINI
Penggemar musik rock, silahkan dengarkan lagu dari Jamrud. Klik di SINI
Lagu dari Dewa 19, klik di SINI
Lagu dari Ten2Five Klik di SINI
Lagu dari Samantha, Klik di SINI
Suka dengan lagu ulang tahun Vagetoz. Klik di SINI
Lagu dari Evie Tamala. Klik di SINI
Tentu saja ada lagu selamat ulang tahun yang sering dinyanyikan anak-anak. Klik di SINI
Happy Birthday - Bob Marley, klik di SINI
Happy Birthday Jimy Hendrix, klik di SINI
Happy Birthday Baby Elvis Presley klik di SINI
Happy Birthday, U2 Bono klik di SINI
Birthday Song The Beatles, klik di SINI
Happy Birthday Mariah Carey kilk di SINI
Happy Birthday Party Song klik di SINI
Semoga berarti.
Mencari bingkisan cantik ulang tahun anak Anda, klik di SINI
Mug Cantik, klik di SINI
Tulisan lain Klik di SINI
Ingin mengirim lagu buat teman/sahabat yang berulang tahun, kirimkan link halaman ini. Kalau berkenan, mohon berikan komentar atau rating terhadap postingan ini.
Salam Bahagia
Warsa Tarsono
0818 995 214/021-96318167
www.wtarsono.blogspot.com
wtarsono@yahoo.com
FB: Warsa Tarsono
Twitter : @wtarsono Baca selengkapnya......
Kamis, 27 Oktober 2011
Aksi Mahasiswa UI Menjadi Sesuatu Banget....
Jalan Margonda, Depok
Pagi tadi saya melintas di jalan Margonda Raya. Terlihat beberapa mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bergerombol di tepi jalan. Sebagian di pinggir jalan sisi kanan dan kiri, sebagian di berdiri di tengah pembatas jalan. Sedang ada aksi apa? tanyaku dalam hati. Mungkin ada sekitar 10 sampai 15 mahasiswa yang melakukan aksi.
Saat saya semakin mendekat, salah satu dari mereka menuntun seorang ibu-ibu berusia lanjut untuk menyebrang. Salah satu temannya mendahului sambil mengacungkan kertas kardus berbentuk bulat bergambar pesawat hand phone yang ditengahnya diberi garis menyilang berwarna merah.
Saat bersamaan, temannya yang berada di tengah pembatas jalan juga berjalan mendampingi penyebrang dari arah berlawanan. Juga sama sambil mengacungkan kardus berbentuk bulat, dan gambar yang sama, seperti temannya. Tidak lama kemudian saya melewati mereka, dan tidak tahu lagi kelanjutan aktivitas mereka. Dalam hati, saya mengagumi aktivitas mereka.
Selama saya melewati jalan Margonda, saya sering merasa ngeri saat ada orang mau menyebrang. Saya membayangkan kalau saya dalam posisi seperti mereka. Jalannya lebar, mencapai 25 meter dan merupakan akses utama menuju Jakarta. Karena itu lalu lintas di jalan Margonda sangatlah padat.
Semantara panjangnya mencapai 5,2 KM. Calakanya, jalan sepadat dan sepanjang jalan itu hanya mempunyai dua Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). Pertama PJO yang menjadi penghubung antara Margo City dan Depok Town Square, satu lagi jadi penghubung antara Terminal Depok dan Plaza Depok.
Beberapa kalangan masyarakat Depok dan mahasiswa UI sudah menyuarakan dan mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Depok untuk menambah JPO. Setiap kali ada kecelakaan tuntutan menambah JPO selalu nyaring terdengar, tapi sampai ujung tahun 2011, belum juga ada tanda-tanda Pemda Depok merespon tuntutan tersebut. Masihkah kita punya harapan kenyamanan menyebrang di Margonda?
Masih, kita masih punya harapan, tapi mungkin bukan kepada Pemda, melainkan kepada orang-orang yang baik hati. Dan saya yakin masih banyak orang-orang di negeri ini yang berhati mulia, mau meluangkan waktunya untuk memberikan kenyamanan kepada orang lain.
Ini dibuktikan dengan aktivitas mahasiswa UI, seperti saya ceritakan di atas. Buat saya itu sesuatu banget, mungkin tampak sederhana, tapi bagi saya itu luar biasa. Saya ingin mengajak kepada sesama pengendara motor maupun mobil, untuk selalu memberikan kesempatan menyebrang kepada pejalan kaki. Saya yakin, melakukan itu akan menghadirkan kebahagiaan kepada diri kita sendiri.
Tentu bukan hanya di Margonda, tapi di setiap jalan yang kita lalui.
Sebatas mengajak.....
Tulisan lain:
Kisah Inspiratif di Chicken Soup fot the Soul
Mug Cantik
Bingkisan Ulang Tahun
Ucapkan Selamat Ulang Tahun dengan Lagu
Halaman Utama
Kalau Anda mendapat sesuatu dari tulisan ini, silahkan di-share ke teman yang lain dengan klik loga: FB, Twitter, Blog dan Email yang terdapat di bawah tulisan ini.
Salam
Warsa Tarsono
http://www.wtarsono.blogspot.com
Email: wtarsono@yahoo.com
FB: Warsa Tarsono
HP: 0818 995 214
