Terlepas dari kekalahan 0-1 saat berhadapan dengan Timnas Malaysia pada Kamis (17/11) kemarin, para punggawa Garuda Muda Indonesia menunjukkan permainan yang membanggakan. Beberapa pemain terlihat menonjol baik teknik maupun visi bermainnya. Beberapa yang bisa kita sebut antara lain duet penyerang Patrick Wanggai dan Titus Bonai. Kecepatan dan naluri menyerang mereka sangat baik, sehingga dari mereka tercipta 7 gol.
Di lapangan tengah Egi Melgiansyah mempertunjukkan keakuratan umpan dan kecepatan yang mengagumkan. Di samping determinasi yang tinggi dari pemain bertubuh agak gempal tersebut.
Di barisan pertahanan ada Diego Michiels dan Abdul Rahman. Kedua orang ini sangat susah dilewati penyerang lawan. Terbukti mereka gawang Indonesia hanya kebobolan 2 gol dan sementara memasukkan memasukkan 11 gol.
Mungkinkah talenta-talenta muda tersebut akan menjadi rebutan klub-klub di liga Indonesia yang tidak lama lagi akan berkompetisi. Mungkin saja. Setidaknya ketertarikan diperlihatkan oleh Persib Bandung. Hal itu diungkapkan oleh Manajer Persib Umuh Muchtar. Punggawa timnas SEA Games yang diinginkan Umuh adalah Titus Bonai dan Abdul Rahman (Vivanews).
Tapi keinginan tersebut bisa terganjal oleh deadline pendaftaran pemain. Karena sebenarnya saat ini sudah ditutup. Hanya saja Umuh mendengar ada kemungkinan pendaftaran pemain akan diperpanjang sampai Desember. Kalau khabar itu benar Persib akan berusaha merealisasikannya, karena memang mereka membutuhkan dua tambahan pemain. Satu penyerang dan satu pemain bertahan (Vivanews).
Tapi menurut Umuh mendatangkan dua pemain itu tidaklah mudah. “Keduanya (Tibo dan Abdul Rahman) memang sudah dikontrak klubnya. Kita akan cukup senang jika mereka bisa bergabung ke Persib,” ucap Umuh (Vivanews).
Bagaimana dengan klub lain? Mungkin kuncinya di batas pendaftaran pemain tersebut. Kalau benar akan diundur, bukan tidak mungkin klub-klub lain akan berlomba memburu pemain-pemain muda SEA Games tersebut.
Kita lihat saja nanti.
Warsa Tarsono
Jumat, 18 November 2011
Berburu Pemain Timnas SEA Games
Mengenal Patrick Wanggai
Merayakan Gol
Tanpa memainkan Patrick Wanggai tim sepakbola Indonesia mengalami kekalahan pertamanya saat melawan Malaysia Kamis, (17/11/11) di arena SEA Games XXVI Jakarta - Palembang 2011. Memang bukan hanya hanya Wanggai yang tidak dimainkan, ada sekitar lima pemain yang biasanyanya menjadi starter juga tidak dimainkan. Meraka antara lain Egi Melgiansyah, Diego Michiels, Okto Manianni, Abdul Rahman. Tapi dari lima pemain tersebut tiga orang akhirnya diturunkan pada babak ke dua.
Wanggai memang bukan satu-satunya pemain yang berperan pada tiga pertandingan sebelumnya. Tapi keberadaan dia jelas memberikan arti lebih. Dia pemain yang mempunyai kecepatan, keakuratan tendangan ke gawang dan visi bermain yang baik. Ini diakui oleh Rahmad Darmawan arsitek timnas Garuda.
"Kaki kanan dan kiri yang sama-sama hidup. Kita sudah lama tidak punya penyerang seperti dia (Patrich). Jika terus konsisten dan mau belajar, saya bilang dia akan jadi striker top Indonesia," puji Rahmad Darmawan atas Wanggai, (Tribunnews).
Hal senada juga dikatakan Johanes Zonggonao pelatih kepala Akademi Sepakbola Emsyk, menurutnya Patrick akan menjadi striker masa depan Indonesia yang tajam. "Postur tubuh Patrick sangat mendukung baik kedua kakinya maupun menggunakan kepala saat heading ke gawang," tutur Zonggonao (Republika).
Ingin Memberikan yang Terbaik
Wanggai berpeluang menjadi topskor dalam arena SEA Games ini. Sudah empat gol dia masukkan ke jala gawang lawan. Tapi baginya itu bukanlah obsesi dia. Yang terpenting buat dia adalah dia bermain baik dan memberikan kemenangan buat Indonesia.
Aksi Bintang
"Saya tidak memikirkan itu. Yang penting memberikan yang terbaik bagi Indonesia," ujar pemain kelahiran Nabire, 27 Juni 1988 yang saat ini bermain untuk klub Persidafon Dafonsoro,(Republika). "Gol yang saya buat merupakan kerja keras teman-teman," ungkap ujarnya merendah.
Perjalanan Karier
Karier profesional Wanggai dimulai tahun 2005 saat membela Persewon Wondama. Kemudian pindah ke Perseman Manokwari pada 2008. Pada 2009 Wanggai membela Persidafon Dafonsoro sampai sekarang.
Biodata Patrick Wanggai
Nama lengkap: Patrich Steve Wanggai
Nama panggilan: Pai
Tempat/Tanggal lahir: Nabire, 27 Juni 1988
Tinggi Badan: 174 Cm
Posisi: Striker
Klub: Persidafon
Karier:PS Hasrat Abadi Nabire, Sumber Mas FC Nabire, PS Unipa, Persewon Wondama, PON Papua Barat, Perseman Manokwari, Persidafon.
Orangtua: (Alm) Benyamin Wanggai dan Ita Marini
Makanan kesukaan: Sayur kangkung, tempe goreng, bebek goreng, dan lele.
Warsa Tarsono
Disarikan dari beberapa sumber.
Mereka Tetap Kita Harapkan
Aksi Pemain Bintang
Sebuah gol dari Ibrahim Sahrul Aswari menjadi satu-satunya gol yang terjadi dalam pertandingan Indonesia VS Malaysia. Sebuah gol yang membuat Tim Garuda Muda mengalami kekalahan pertama dalam ajang SEA Games 2011. Dalam tiga pertandingan sebelumnya pasukan muda Indonesia tersebut berhasil melumat lawan-lawannya dengan telak. Kamboja dibantai dengan 6-0, Singapura 2-0 dan Thailand 3-1.
Dengan tiga kali kemenangan dan satu kali kekalahan Indonesia sudah cukup untuk masuk ke babak semifinal, menduduki posisi runner up. Di babak semifinal Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam yang menjadi juara group B.
Kekalahan 0-1 dari Malaysia ini diharapkan tidak mematahkan semangan pasukan garuda muda tersebut. Pelatih Rahmad Darmawan (RD) seusai pertandingan berharap kekalahan tersebut akan memotivasi anak-anak asuhnya untuk bangkit. "Saya berharap kekalahan ini bukan sebuah pukulan yang membuat jatuh. Saya harap ini sebuah pukulan untuk bangun dan termotivasi."
"Tentu saja saya akan terus memotivasi mereka. Saya ingatkan bahwa pertandingan ini penting, tapi pertandingan tanggal 19 lebih penting. Semoga pertandingan tanggal 19 bisa menutupi kekecewaan hari ini," tukas (RD) seperti dikutip dari detikcom.
Senada dengan RD, komentator bola Tommy Welly atau yang lebih dikenal dengan panggilan Towel berpendapat mungkin kekalahan tersebut memang diperlukan. "Saya kira kekalahan ini diperlukan, untuk mengkoreksi agar jangan sampai tim ini merasa terlena. Mudah-mudahan dipertandingan selanjutnya mereka akan bermain lebih baik," ujarnya sat memberikan komentar di RCTI sesaat setelah pertandingan usai.
Tim Favorit
Kekalahan ini memang tidak perlu kita ratapi. Kita masih ingat saat pecinta bola dibuat kagum oleh kemampuan Timnas senior di Piala AFF. Menyikat semua lawan di babak penyisihan, termasuk membantai Malaysia dengan skor telak 5-1. Tapi di final Indonesia keok.
Ini yang tidak kita harapkan di SEA Games saat ini. Biarlah kekalahan sekali kita derita di babak penyisihan. Tapi kita berharap para pemain dan pelatih bisa mengkoreksinya untuk kemudian memberi kemanangan di partai berikutnya. Dan tentu saja kita berharap medali emas kita raih, setelah 20 tahun lepas dari gemgaman kita.
Terima Kasih
Warsa Tarsono
Jumat, 11 November 2011
HARAPAN PADA TIM GARUDA MUDA
Klik gambar untuk melihat video
Indonesia dud dug dug dug dug.... Indonesia.....dug dug dug dug dug. Terikan dan bunyi drum tersebut masih membahana dalam hati saya. Ketika orang lain mengangkat tangan, reflek sayapun mengikutinya. Dari kejauhan gelombang ombak tangan terlihat indah dan memberikan rasa bahagia yang susah dilukiskan. Saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, bulu kuduk terasa merinding, ada rasa haru, bangga dan bahagia bercampur.
Suasana tersebut saya rasakan saat menyaksikan beberapa pertandingan pada Piala AFF tahun 2010 lalu. Ada harapan dan ada kebanggaan terhadap tim nasional saat itu. Babak penyisikan dilalui dengan sempurna, memenangkan semua pertandingan dan membantai Malaysia dengan skor telak 5-1. Di Babak semifinal tim Merah Putih berhasil mengalahkan Filiphina dengan skor agregat 2-0.
Tapi harapan tinggal harapan, di puncak turnamen tim Nasional takluk oleh Malaysia dengan skor agregat 4-2. Kalah di kandang Malaysia 3-0, dan menang di kandang sendiri 2-1. Para pemain terlihat sedih dengan kekalahan tersebut, begitupun dengan penonton, termasuk saya. Sudah lama sekali tim Garuda tidak memenangkan sebuah turnamen. Dalam catatan Wikipedia, Indonesia terakhir menjadi kejuaraan pada SEA Games tahun 1991.
Para Pendukung Timnas Indonesia
Saat ini tim Nasional Indonesia sedang berjuang di Pra Piala Dunia. Tapi dengan tiga kekalahan yang diderita Indonesia, harapan untuk maju ke babak berikutnya menjadi mustahil. Tinggal menyisakan 3 kali pertandingan, dengan dua diantaranya harus main tandang di negara lawan.
Harapan sekarang berada di pundak tim Garuda yunior yang sedang berlaga di turnamen SEA Games. Pemain-pemain muda seperti Titus Bonai, Patrick Wanggai, Okto Manianni, Yongky Aribowo, Ferdinand Sinaga dan lain-lain menjadi andalan untuk meraih medali emas pada ajang SEA Games 2011 yang di adakan di Jakarta dan Palembang.
Saat ini mereka telah memainkan dua kali pertandaingan. Pada pertandingan pertama mereka membantai Kamboja dengan skor telak 6 - 0. Di pertandingan ke dua mengalahkan Singapura dengan skor 2-0. Patrick Wanggai dan Titus Bonai menjadi bintang pada dua kali pertandingan tersebut.
Ya, semoga mereka tetap melaju terus, mengalahkan lawan-lawan yang dihadapi, sampai kemudian masuk final dan menjadi juara. Hidup Indonesia! Indonesia dug..dug..dug..dug..dug Indonesia dug..dug..dug..dug..dug. Teriakan dan suara drum itu sekarang bergema lagi di hati saya, dan mungkin DI jutaan rakyat Indonesia.
Tulisan lain:
Mug Cantik
Bingkisan Ulang Tahun
Guru Idolaku
Inspirasi dari Kepala Sekolah
Jejak Kerja Keras Bapakku
Kisah Inspiratif di Chicken Soup for the Soul
Jika mendapat sesuatu dari tulisan ini silahkan di share ke yang lainny bisa ke FB, Twitter, Blog dan Email dengan mengklik logo-logo di bawah tulisan ini. Tolong juga berikan komentar atau rating terhadap tulisan ini. Apapun komentarnya, berapapun ratingnya, menjadi masukkan yang berarti buat saya.
Terima Kasih
Warsa Tarsono
My Blog-Anugerah
wtarsono@yahoo.com
FB: Warsa Tarsono
Twitter: @wtarsono
HP: 0818 995 214
